Klik Untuk Berkunjung
toko online fitur lengkap dan murah !

March 20, 2009

Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Memilih jurusan kuliah bukanlah hal/perkara yang mudah dan gampang. Banyak factor yang harus kalian perhitungkan dengan cermat. Jangan sampai hanya karena kalian ingin mendapat gelar S1, kalian memilih jurusan asal-asalan. Udah gitu pas kuliah berlangsung, kalian frustasi karena tidak bias mengikuti mata kuliah tersebut. Parahnya lagi adalah DO (Drop Out). Maka dari itu, kalian harus memilih jurusan yang tepat. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu kalian dalam memilih jurusan :

1. Sesuaikan dengan cita-cita, minat dan bakat kalian.
Kalian kan pasti memiliki cita-cita, lihatlah jurusan apa saja yang dapat membawa kalian menuju profesi atau cita-cita kalian tersebut. Janganlah kalian memilih jurusan yang tidak sesuai. Misalnya, kalian ingin jadi dokter gigi, lalu kalian memilih jurusan sastra. Kan gak nyambung…
Kemudian lihatlah bakat yang kalian miliki saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan, akan menjadi sebuah pilihan yang tepat.
So, sesuaikan jurusan dengan cita-cita, minat dan bakat kalian.

2. Carilah informasi yang sempurna.
Carilah informasi yang banyak dan dari berbagai sumber sebagai bahan pertimbangan dalam memilih jurusan.Bisa saja kalian tanyakan pada Orang Tua, Guru, Saudara, Teman, Tetangga, Konsultan Pendidikan, Kakak Kelas, dll. Kalian pun dapat mencari informasi via internet. Cari situs forum ataupun chatting via messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Informasi-informasi yang kalian dapat, dirangkum dan dijadikan bahan pertimbangan untuk membantu dalam pemilihan jurusan.


3. Lokasi dan biaya
Dana yang terbatas haruslah disiasati dengan memilih lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal. Seandainya harus memilih lokasi di luar kota, usahakan untuk memilih kota yang biaya hidupnya rendah. Pilih juga universitas yang biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada belum cukup, carilah beasiswa, keringanan, ataupun sponsor untuk membiayai perkuliahan kalian. Jika dirasa perlu, pekerjaan paruh waktu (part time) pun dapat kalian lakukan sambil menjalani masa perkuliahan. Dan yang paling penting adalah kalian harus dapat mengatur keuangan kalian. Kalian harus bisa me-manage diri kalian dan keuangan kalian dari se-dini mungkin.

4. Daya tampung jurusan / peluang diterima
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN ataupun PTS favorit yang biasanya memiliki kuantitas terbatas dan diperebutkan. Jangan bebani diri kalian dengan taget untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan favorit. Kalian akan merasa kecewa jika keinginan kalian tidak terpenuhi. Kalian juga haru pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan dalam mengukur kemampuan kalian.

5. Masa depan karir dan pekerjaan.
Lihatlah ke depan setelah kalian lulus nanti. Apakah jurusan yang kalian ambil nanti dapat mengantar kalian pada pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan yang saat ini lulusannya tidak mendaptkan pekerjaan. Ingat, sebuah perusahaan tidak selalu melihat latar belakang pendidikan saja, tetapi juga pengalaman dan kualitas diri kalian. Kalian kuliah di manapun dengan jurusan apapun, kalau kalian tidak memiliki kualitas, yaa… sama aja dech.
Maka dari itu, persiapkan diri kalian untuk masa depan kalian sendiri.

6. Strategi untuk lulus SNMPTN
Berkesempatan untuk kuliah di PTN adalah harapan semua siswa dan juga orang tua. Suatu kebanggaan tersendiri apabila dapat lulus seleksi yang diikuti oleh ratusan ribu siswa yang mencoba kemampuan akademik mereka. Dari sekitar 400 ribuan peserta seleksi, yang diterima melalui jalur ini tidaklah banyak. Yang diterima hanya kurang dari 15% setiap tahunnya. Maka dari itu, diperlukan kerja keras serta strategi yang tepat, untuk menghadapi SNMPTN. Beberapa faktor “6M” di bawah ini, dapat kalian lakukan jika ingin ingin berhasil :
a. Menguasai materi
b. Memilih jurusan yang tepat
c. Memiliki keterampilan dalam mengerjakan soal
d. Mempersiapkan diri secara mental/psikologis
e. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

So, Pilih yang terbaik untuk diri kalian… “kesuksesan tiadalah lain dari usaha diri sendiri”…

“Semoga Berhasil”

Dikutip dari: Bandung Advertiser Edisi 4

Tips Memilih Bimbingan Belajar

Untuk menghadapi SNMPTN haruslah memiliki persiapan khusus, agar kita tidak pusing dalam menghadapinya. Selain itu juga perlu kiat khusus untuk memilih bimbingan belajar (bimbel) yang tepat agar hasilnya pun sesuai dengan yang kita harapkan. Berikut ini ada tips-tips yang dapat membantu kalian dalam memilih bimbel :

1. Usahakan untuk mencari bimbel dengan kualitas yang bagus.
2. Pilihlah tempat bimbel yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal kalian.
3. Pilih tempat bimbel yang memiliki buku referensi SNMPTN dan memiliki patokan tentang standar materi yang jelas. Karena kualitas materi SNMPTN mempunyai standar tertentu.
4. Pilih bimbel yang memiliki silabus pengajarn dan target jumlah pertemuan yang terencana baik dan jelas. Jangan sampai SNMPTN sudah dekat, tetapi pelajaran materi pelajarannya belum terbahas seluruhnya.
5. Metode pengajaran dan fasilitas merupakan factor yang sangat penting. Kalian harus melihat dan memperhatikan dengan baik fasilitas yang diberikan oleh lembaga bimbel tersebut. don’t forget untuk mengecek kebenarannya.
6. Belajarlah dari orang-orang yang sukses. Pilih lembaga bimbel yang reputasinya telah diakui secara nasional. Kalau bias, kalian selidiki juga berapa banyak alumni lembaga bimbel tersebut yang diterima di PTN.
7. Dan jangan lupa pilihlah lembaga bimbel yang sesuai dengan keuangan kalian. Mahal belum tentu berkualitas.
8. Beberapa lembaga bimbel yang dapat kalian pilih diantaranya adalah Ganesha Operation (GO), Primagama, Sony Sugema College (SSC), Tridaya, Neutron, dll.

Oke, semoga kalian sukses dalam menempuh SNMPTN. Don’t forget, kesuksesan ada pada diri kalian sendiri, bukan pada diri orang lain. Oleh karenanya, sukses atau tidaknya bukanlah dari lembaga bimbel. Kalau lembaga bimbelnya berkualitas, tetapi kaliannya malas-malasan, yach sama aja boong donk…

“Good Luck”

Dikutip dari: Bandung Advertiser Edisi 4

January 25, 2009

Paradigma Pengembangan Sekolah Unggulan

Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu namu dalam penerapan saya bahkan penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.

Untuk menyikapi semua itu, kita harus mengubah system pembelajaran yang selama ini berlaku disemua tingkat pendidikan yaitu adanya keterkungkungan siswa dana guru dalam melaksanakan PBM, saya selaku pengajar di SMA Negeri 1 Bulukumba telah merubah sisten itu sejak januari 2006. Sistem yang saya maksud adalah system dimana Siswa dan Guru dikejar dengan pencapaian target kurikulum dalam artian guru dituntut menyelesaikan semua materi yang ada dalam kurikulum tanpa memperhatikan ketuntasan belajar siswa, disamping itu adanya anggapan bahwa belajr adalah berupa transformasi pengetahuan (Transfer of knowlwdge).

Pada sisi unggulan semua system itu seharusnya tidak diterapkan agar apa yang menjadi harapan siswa, orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan kita selaku pengajar dan pendidik dapat tercapai. Mari kita sama-sama merubah semua itu dengan mengembangkan Learning How to Learn (Murphi,1992) atau belajar bagaimana belajar, artinya belajar itu tidak hanya berupa transformasi pengetahuan tetapi jauh lebih penting adalah mempersiapkan siswa belajar lebih jauh dari sumber-sumber yang mereka temukan dari pengalaman sendiri, pengalaman orang lain maupun dari lingkungan dimana dia tumbuh guna mengembangkan potensi dan perkembangan dirinya atau dengan kata lain belajar pada hakekatnya bagaimana mengartikulasikan pengetahu an-pengetahuan siswa kedalam kenyataan hidup yang sedang dan yang akan dihadapi oleh siswa.

Secara pribadi dalam hal mengembangkan sekolah kearah sekolah unggulan (sekolah bermutu) disamping perubahan-perubahan tersebut masih banyak hal yang perlu diperhatikan diantaranya : Sarana dan prasarana, Menejmen persekolahan,Visi dan Misi sekolah, Profesionalisme Guru dan lain-lain. Untuk Profesionalisme bukan berarti menguasai sebagian besar pengetahuan tatapi lebih penting adalah bagaimana membuat siswa dapat belajar, guru dan siswa disederhanakan agat tidat tercipta gep, adanya perilaku guru yang membuat siswa tersisih atau terpisah dari gurunya, guru dan siswa harus terjalin komunikasi agar dalam proses pembelajaran ada keterbukaan siswa mengeritik dan mengeluarkan pendapat. Sebab bukan tidak mungkin dengan pengaruh perkembangan teknologi siswa lebih pintar dari gurunya.

Itulah asumsi saya mengenai pengembangan sekolah unggulan, mudah-mudahan, pemerintah termasuk kawan-kawan seprofesi dapat menerapka hal tersebut bahkan mengembangkan lebih jauh lagi.



___________
Drs. Abdul Hadis -- .

January 24, 2009

Trik Sederhana Mencari Ilmu di Internet

Bagi yang sering surfing di Internet akan terasa sekali bahwa tidak mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat kita surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas hanya untuk memuaskan mata & pikiran; memang pada akhirnya kita akan memperoleh banyak informasi tapi belum tentu memperoleh sesuatu yang betul-betul bermanfaat atau biasanya maksimum kita akan memperoleh berita-berita / informasi terakhir sebagai pengganti koran.



Bagi anda yang mempunyai waktu yang sempit saya yakin tidak mungkin menggunakan pola-pola di atas untuk melakukan surfing di Internet. Kita perlu menggunakan metoda / pola yang baik supaya bisa memperoleh informasi yang sangat spesifik dengan baik dalam waktu yang singkat. Satu hal yang perlu di pegang erat-erat pada saat kita surfing adalah menentukan dengan sangat jelas niat / tujuan utama pada saat surfing tersebut - apa yang akan kita cari? Pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit tip & trik jika kebetulan niat anda adalah mencari ilmu di Internet.


Untuk menghemat waktu & pulsa biasanya saya surfing pada pukul 4-6 pagi (subuh); pada saat itu tidak banyak orang yang menggunakan Internet sehingga pengambilan informasi dari Internet dapat dilakukan dengan cepat & effisien. Teknik-teknik untuk melakukan sinkronisasi menggunakan browser yang kita gunakan (seperti Internet Explorer) ada baiknya di kuasai supaya tidak menghabiskan waktu / pulsa untuk membaca informasi tersebut akan tetapi cukup mendownload semua informasi tersebut ke PC yang kita gunakan & membaca-nya kemudian secara off-line pada saat telepon kita putuskan. Teknik sinkronisasi pernah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya; dan sangat penting untuk menghemat waktu dalam mendownload berbagai informasi setelah situs-nya di temukan.


Untuk mencapai situs / informasi yang tepat trik yang harus digunakan sebetulnya tidak terlalu rumit. Cara yang paling effektif / sederhana adalah:

" Menggunakan search engine di Internet.

" Menggunakan keyword yang benar.

Jika kedua hal tersebut anda lakukan dengan baik & benar maka akan diperoleh ilmu & pengetahuan yang baik.

Ada banyak sekali search engine di Internet. Search engine hanyalah memuat daftar alamat situs (berbentuk Universal Resource Locator - URL) & subjek yang di bawa situs tersebut saja. Search engine umumnya tidak membawa informasi itu sendiri. Beberapa search engine favourite saya adalah:

http://www.yahoo.com

http://www.infoseek.com

dan untuk mencari hal-hal yang berkaitan untuk pendidikan anak-anak saya biasanya menggunakan:

http://www.yahooligans.com

Tampak pada gambar adalah tampilan yahooligans.com. Saya sangat menyarankan bagi anda yang mempunyai putra-putri untuk menggunakan situs ini untuk mencari hal-hal yang bermanfaat untuk menunjang pendidikan anak.

Yahoo.com & infoseek.com mempunyai karakteristik yang berbeda; biasanya jika kita mencari hal-hal yang cukup solid atau mencari dalam kerangka institusi, negara dll saya biasanya menggunakan yahoo.com. Untuk hal-hal yang betul-betul baru atau belum terstruktur dengan baik maka saya menggunakan infoseek.com.

Selanjutnya adalah penggunakan keyword yang tepat. Keyword tersebut di ketikan ke dalam kolom yang kosong di search engine. Tampak pada contoh situs yahooligans.com kolom untuk memasukan keyword terletak di sebelah tombol "search".

Keyword favourite saya adalah:

FAQ

Whitepaper

FAQ adalah Frequently Asked Questions (FAQ). Sesuai namanya FAQ akan memuat berbagai jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan dalam sebuah bidang. Saya biasanya menggunakan FAQ sebagai awal dalam mencari berbagai informasi / pengetahuan yang saya butuhkan.

Whitepaper adalah istilah bagi berbagai ilmu / informasi yang memang di sebarkan secara gratis / cuma-cuma di Internet. Kita cukup menambahkan beberapa keyword tambahan yang menjelaskan tentang ilmu / informasi yang spesifik yang kita cari, contoh:

Faq gardening

Whitepaper telecommunication

Faq distance learning


Dengan menggunakan rangkaian keyword tersebut hampir di jamin anda akan memperoleh informasi / pengetahuan yang anda cari. Tentunya karena kita menggunakan internet maka informasi / pengetahuan yang terbanyak umumnya mengunakan bahasa inggris - konsekuensi-nya keyword yang digunakan sebaiknya dalam bahasa inggris agar kemungkinan memperoleh ilmu yang di cari dapat maksimal.

Selamat mencoba.

___________
Dr. Onno W Purbo -- Praktisi Teknologi Informasi.

Komersialisasi Pendidikan Tinggi

Perguruan tinggi merupakan suatu wadah yang digunakan untuk Research & Development (R&D) serta arena penyemaian manusia baru untuk menghasilkan generasi yang memiliki kepribadian serta kompetensi keilmuan sesuai bidangnya. Secara umum dunia pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi wacana publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas oleh berbagai kalangan, baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan urusan pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahan ini tidak pernah menjadi perhatian.



Munculnya berbagai cara yang mengarah pada pelanggaran etika akademik yang dilakukan perguruan tinggi kita untuk memenangkan persaingan, menunjukkan bahwa pendidikan kini cenderung dipakai sebagai ajang bisnis. Pola promosi yang memberikan kemudahan dan iming-iming hadiah merupakan suatu gambaran bahwa perguruan tinggi tersebut tidak ada inovasi dalam hal kualitas pendidikan. Kecenderungan tersebut akan menghancurkan dunia pendidikan, karena akhirnya masyarakat bukan kuliah untuk meningkatkan kualitas diri, melainkan hanya mengejar hadiah & gelar untuk prestise. Kondisi pendidikan tinggi saat ini cukup memprihatinkan. Ada PTS yang mengabaikan proses pendidikan. Bahkan ada PTS yang hanya menjadi mesin pencetak uang, bukan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal Ini yang membuat persaingan menjadi semakin tidak sehat.



Produk lulusan perguruan tinggi yang proses pendidikannya asal-asalan dan bahkan akal-akalan, juga cenderung menghalalkan segala cara untuk merekrut calon mahasiswa sebanyak-banyaknya, dengan promosi yang terkadang menjebak dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Apakah ini gambaran pendidikan berkualitas ?. Semoga masyarakat dan orang tua yang akan menyekolahkan putra putrinya tidak terjebak pada kondisi tersebut dan lebih bijak dalam memilih perguruan tinggi, sehingga putra-putrinya tidak terkesan asal kuliah.



Ditengah besarnya angka pengangguran di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 45 juta orang, langkah yang harus ditempuh adalah mencari pendidikan yang baik dan bermutu yang dibutuhkan pasar. Bukan hanya murah saja dan asal. Tidak dipungkiri lagi bahwa selama ini, dunia industri kesulitan mencari tenaga kerja dengan keahlian tertentu untuk mengisi kebutuhan pekerjaan. Bila membuka lowongan, yang melamar biasanya banyak, namun hanya beberapa yang lulus seleksi.



Pasalnya jarang ada calon pegawai lulusan perguruan tinggi atau sekolah, yang memiliki keahlian yang dibutuhkan, karena kebanyakan berkemampuan rata-rata untuk semua bidang. Jarang ada yang menguasai bidang-bidang yang spesifik. Hal ini tentunya menyulitkan pihak pencari kerja, karena harus mendidik calon karyawan dulu sebelum mulai bekerja.



Sebagian besar perguruan tinggi atau sekolah mendidik tenaga ahli madya (tamatan D.III) tetapi keahliannya tidak spesifik.



Lebih parah lagi, bahkan ada PTS di Jakarta yang memainkan range nilai untuk meluluskan mahasiswanya, karena mereka takut, ketika selesai ujian akhir (UTS/UAS) banyak mahasiswanya yang tidak lulus alias IP/IPK nasakom. Sehingga mereka lulus dengan angka pas-pasan yang sebenarnya mahasiswa tersebut tidak lulus. Ini adalah cermin dari proses PEMBODOHAN BANGSA bukan mencerdaskan BANGSA. Dalam hal ini semua pihak harus melakukan introspeksi untuk bisa memberi pelayanan pendidikan yang baik & berkualitas. Kopertis, harus bersikap tegas menindak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melanggar dan mensosialisasikan aturan yang tak boleh dilanggar oleh PTS. Pengelola perguruan tinggi juga harus menghentikan semua langkah yang melanggar aturan. Kunci pengawasan itu ada secara bertahap di tangan Ketua Program Studi, Direktur, Dekan, Rektor dan Ketua Yayasan.



Selain itu pula, apa yang menjadi barometer yang menunjukkan eksistensi sebuah perguruan tinggi? Untuk saat ini opini publik dan beberapa kalangan masyarakat bahwa eksistensi sebuah Perguruan Tinggi dilihat dari kuantitas mahasiswanya bukan kualitasnnya. Nah ini jelas sudah terlihat faktanya bahwa pendidikan di Indonesia hanya menjadi komoditi bisnis semata.



Menatap masa depan berarti mempersiapkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap pembelajaran dan merupakan terapi kesehatan jiwa bagi anak bangsa, harapan kami semoga komersialisasi pendidikan tinggi tidak menjadi sebuah komoditi bisnis semata, akan tetapi menjadi arena untuk meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK, sehingga kita bisa mempersiapkan tenaga handal ditengah kompetisi global. mulailah dari diri sendiri untuk berbuat sesuatu guna menciptakan pendidikan kita bisa lebih baik dan berkualitas, karena ini akan menyangkut masa depan anak-anak kita dan Juga Bangsa Indonesia.



___________
Tata Sutabri S.Kom, MM -- Deputy Chairman of STMIK INTI INDONESIA, Pemerhati Dunia Pendidikan TI, Jl. Arjuna Utara No.35 – Duri Kepa Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510 Telp. 5654969, e-mail : tata.sutabri@inti.ac.id .

Klik Untuk Mendaftar